Wednesday, 15 February 2017

Cobaan itu Mirip Buah-buahan



Anak kecil ketika dikasih buah²an seringkali dibuang karena mereka hanya tau kulitnya, semakin tajam kulitnya semakin tidak mau anak kecil,  

Padahal semakin tajam kulitnya semakin enak buahnya, contoh Durian, begitu juga cobaan semakin besar cobaan semakin besar pula kebahagiaa  yg akan kita dapat

Maka, setajam apapun kulitnya, kalau  orang yg ngerti buah2an, pasti akan dikupas

Kira2 kita masuk golongan Anak Kecil atau Orang Dewasa dalam menyikapi cobaan? (svq) 

Wallahu a'lam

Tuesday, 14 February 2017

Ajak Umat Bersatu, dalam HARLAH NU KE-91 di Masjid Bululawang Malang

Ratusan warga nahdliyin di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke 91 Nahdlatul Ulama (Harlah ke 91 NU), yang digelar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Hadir dalam acara tersebut sebagai penceramah, pengurus PCNU Kabupaten Malang, KH Imam Ma'ruf, dari Kepanjen, Kabupaten Malang. 
Dalam acara tersebut, sebelum ceramah agama dimulai, dilangsungkan pembacaan shalawat oleh kelompok hadrah karya kader PAC IPNU Bululawang. Acara digelar di dalam Masjid Besar Sabilit Taqwa Bululawang.
Harlah-NU9xofn.jpg
Sementara itu, dalam ceramahnya KH Imam Ma'ruf menyampaikan, warga nahdliyin untuk terus berjuang menjaga NU. Jika ada informasi apapun soal NU dan kiai NU harus dikroscek kebenarannya. Jangan mudah percaya.
"Warga NU dan pengurus NU harus terus galakkan wiridan. Tidak hanya berjuang untuk NU. Tirakatnya harus juga kuat," katanya.
KH Hasyim Asy'ari, mau mendirikan NU puasa selama tiga tahu. Setahun untuk keluarga, setahun untuk santri-santrinya dan setahun untuk NU. "Apapun bisa berkembang, maju dan sukses karena tirakat. Itu dulu yang berkembang di desa-desa," katanya.
Harlah-NU-A7qMt3.jpg
Zaman dulu, banyak pihak, tokoh masyarakat, terutama tokoh NU ucapannya sangat mustajab alias mudah diterima doanya apa yang diinginkan. Walaupun pakai bahasa Madura.
Makanya jelas Kiai Ma'ruf, jika masyarakat minta doa untuk menyembuhkan penyakit anaknya atau saudaranya hanya pakai doa bahasa jawa atau madura bisa sembuh. "Hal itu karena tirakat. Saat ini yang demikian sudah hilang," katanya.
Zaman dulu, umat sangat butuh NU dan kiai NU. Mengapa? Karena apa yang menjadi kebutuhan umat, langsung dijawab oleh NU. NU bermanfaat untuk umat. "Makanya NU langsung menyebar dan banyak umat yang masuk NU," katanya.
Jika pada setiap tokoh NU sudah hilang mujarabnya, maka susah memberikan yang terbaik kepada umat. "Istighatsah harus terus digalakkan. Warga nahdliyin jangan meninggalkan ditinggalkan," katanya.
Umat saat ini katanya Kiai Imam Ma'ruf butuh tokoh kharismatik, berwibawa dan mujarab layak menjadi panutan. Lalu mengapa tokoh sekarang hilang karakter demikian? Hal itu yang harus dipikir dan dipelajari mengapa karakter demikian hilang pada sosok tokoh saat ini.
Tradisi para ulama terdahulu harus menjadi panutan dan ditiru. Misalnya, puasa Senin-Kamis. Istiqomah shalat Tahajjud dan membaca surat khafi. "Hal itu yang hilang saat ini," katanya.
Karena terlalu sibuk dengan aktivitas duniawi, yang menghilangkan ibadah-ibadah lama yang dilakukan oleh para ulama terdahulu. "Monggo saling doakan bagaimana bisa meniru ibadah yang dilakukan ulama NU terdahulu. Habis shalat magrib jangan sibuk lihat senetron. Jarang baca manakib. Ini kondisi umat saat ini," katanya.(*)
*Yatimul Ainun

Monday, 9 May 2016

MANAJEMEN ISU

MANAJEMEN ISU

Manajemen isu (issues management) merupakan upaya organisasi atau perusahaan untuk melihat kecenderungan isu atau opini publik itu tidak berkembang secara negatif sehingga merugikan perusahaan atau agar isu itu tidak berkembang menjadi konflik yang tidak diinginkan. Upaya organisasi atau perusahaan untuk melihat kecenderungan isu atau opini publik yang yang muncul dilakukan melalui riset atau penelitian. Dengan demikian, mmanajemen isu adalah segala sesuatu yang berkenan dengan riset kehumasan.

Menurut Cutlip-Center-Broom, manajemen isu meliputi dua tindakan mendasar yaitu: (1) melakukan identifikasi awal terhadap isu yang memiliki potensi untuk merugikan organisasi atau perusahaan; (2) memberikan tanggapan terhadap isu untuk meminimalisir konsekuensi dari munculnya isu. Sebagai bagian dari fungsi humas, maka manajemen isu dapat didefinisikan sebagai berikut: Issues management is the proactive process of anticipating, identifying, evaluating, and responding to public policy issues that affects organizations relationship with their publics. Manajemen isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, mengevaluasi dan menjawab isu – isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan organisasi dengan publiknya).

Menurut Howard Chase (1977), manajemen isu meliputi tindakan mengidentifikasi  isu, menganalisis isu, menetapkan prioritas, menentukan strategi program, menetapkan program tindakan dan komunikasi serta melakukan evaluasi efektivitas kerja. Semua tindakan tersebut merupakan proses yang menggabung prinsip, kebijakan berkembang. Chase mendefinisikan manajemen isu sebagai sebagai: the process of closing the gap between corporate actions and skateholder expectation. (proses untuk menutupi jurang pemisah antara tindakan korporat dan harapan pihak terkait).

Menurut Kerry Tucker dan rekan (1993) memiliki definisi yang lebih panjang yang mencakup hal-hal yang berada di luar humas: manajemen isu adalah proses manajemen yang memiliki tujuan untuk membantu memelihara pasar, mengurangi risiko, menciptakan kesempatan serta mengelola citra sebagai suatu asset organisasi untuk keuntungan organisasi dan pihak-pihak terkait. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui antisipasi, riset serta menetapkan prioritas isu serta menilai dampak isu terhadap organisasi.



LOBI
Setiap organisasi atau perusahaan berkepentingan terhadap hokum atau peraturan baru yang akan memepengaruhi kehidupan organisasi bersangkutan. Produk hukum baru seperti undang-undang atau peraturan lain adakalanya memebawa perubahan situasi yang dapat merugikan organisasi. Suatu perubahan yang menguntungkan biasanya tidak menimbulkan keributan atau kegaduhan,namun perubahan yang dinilai merugikan akan menimbulkan reaksi.

Organisasi bisnis di Negara maju seperti Amerika Serikat sudah lazim menunjuk suatu tim humas untuk melakukan pendekatan atau lobi (lobbying) dengan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembentukan hukum atau undang-undang baru dengan harapan undang-undang baru yang akan dikeluarkan itu tidak akan merugikan organisasi bersangkutan.

Orang yang melakukan lobi disebut dengan lobyis yag berasal dari bahasa inggris “lobbyist”. Lobyis merupakan profesi yang diakui di Amerika Serikat khususnya oleh parlemen Negara itu, bahkan konstitusi Amerika memberikan perlindungan bagi kelompok kelompok masyarakat untuk melakukan lobi dengan parlemen atau pemerintah berkenaan dengan rencana penyusunan suatu undang-undang baru.

Friday, 5 February 2016

Kenalkan Masjid Baru, Pelajar NU Bululawang adakan Festival Hadrah Se-Malang Raya


Pagi itu, Minggu, 31 Januari 2015 lalu, pemuda-pemudi yang rapi dan menawan telah ramai di Masjid Al-Ikhlas Krebet Senggrong Bululawang. Panitia sudah sibuk menyiapkan Festival Hadrah Se-Malang Raya, sementara para peserta berdatangan dari berbagai penjuru Malang Raya

Festival Hadrah Se-Malang Raya adalah kali kedua diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) setelah yang Perdana saat Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Bululawang

Dengan raut muka berseri-seri penuh optimistis dan percaya diri mereka memehuhi lokasi lomba. Gus Imron, Putra Pengasuh Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Krebet Senggrong beserta juri lainnya telah hadir. Tokoh-tokoh NU setempat telah siap menyaksikan Pembukaan FESTIVAL HADRAH SE-MALANG RAYA tersebut dengan acara yang sangat sakral yaitu Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Krebet Senggrong Kec. Bululawang masa khidmat 2016-2018


Di bawah pimpinan Rekan IPNU Agus dan Rekanita IPPNU Adida Sektica, kepengurusan dilantik oleh Rekan M. Sholikhuddin Pimpinan Cabang IPNU Kab. Malang dengan penuh dengan kekhidmatan.

“Besar harapan dan tumpuan bangsa ini kedepan pada tangan-tangan mereka generasi emas NU,” Ujar Wakil Ketua PC. IPPNU Kab. Malang sekaligus Ketua PAC. IPPNU Bululawang merangkap Ketua Panitia Rekanita Rohmatul Salsabila di sela sela sambutannya yang menambah keharuan pelantikan tersebut.

Acara pelantikan usai dan langsung dilanjutkan Festival Hadrah Se-Malang Raya yang diikuti peserta dari berbagai perwakilan Se-Malang Raya, Lantunan merdu Shalawat dan Irama Rebana menggema di Masjid Al-Ikhlas, menggetarkan jiwa para pendengarnya.

Tutur seorang peserta dari Grup Shalawat Al-Huda Sumberpucung, Grup yang memadukan Aransemen Rebana dengan Irama Khas Jawa, "Selama ini syiar yang kami fikirkan yaitu bagaimana caranya mereka orang awam bisa menerima syi'ar kami, jadi kami buatkan aransemen mulai dari REGAE, POP, DJ, sampek gending jawa, semuanya ada di alhuda”

Masjid Al-Ikhlas Krapyakjaya dipilih sebagai lokasi karena Masjid ini masih baru, dan membutuhkan syi'ar kepada masyarakat setempat, Sehingga acara ini banyak peminatnya, sayangnya peserta terbatas. Lomba berjalan selama 16 jam, dimulai jam 08.00 WIB usai jam 24.00 WIB JUARA FESTIVAL HADRAH IPNU IPPNU BULULAWANG 2016, JUARA 1 AL-IRSYAD, JUARA 2 AR ROUDLOH, JUARA 3 MAMBA'UNNUR EL-MA'RIFAH, BEST VOCAL FIDYATUL HAQ, BEST ARANGEMENT AL-HUDA, BEST PERFORMANCE SUNAN KALIJOGO 2.

Hadiah pun diberikan oleh Perwakilan Dewan Juri, Takmir Masjid Al-Ikhlas, dan Pengurus PAC. IPNU IPPNU Bululawang, “ Kunci kesuksesan IPNU-IPPNU sebagai generasi muda yang patut diteladani oleh pemuda lainnya yaitu  harus dapat menunjukkan akhlak yang mulia,” Celetuk Rekan Nirwan Munif sebagai Waka. bidang Pengkaderan IPNU Bululawang

“Festival Hadrah ini diharapkan menjadi brand IPNU-IPPNU Bululawang dan dapat terlaksananya lagi Gebyar Festival Hadrah 3 dan seterusnya dengan acara dan penataan yang lebih maksimal dan sempurna” tegas Wakil Ketua PC. IPNU KAB. MALANG M. Lutfi Salvieq BSA yang juga turut hadir mulai awal hingga usai

Pembinan IPNU setempat, M. Khomsun, berharap generasi muda khususnya kader-kader IPNU-IPPNU Bululawang menjadi kader yang handal dan beraklakul karimah seperti akhlaknya Rosululloh SAW. (Svq)

Tuesday, 2 February 2016

Badaipun Tak Lunturkan Semangat Juang Kami

Di kala senja..
Sayup sayup gambar KH Hasyim Asyari. Redup. Tapi entah mengapa kharisma mu begitu kuat. Mata yg sayu mengiringi perjuangan mereka yg tidak tidur semalaman.
Sekalipun hujan angin mengguyur deras sekali, tapi kami yakin, hujan badai pun tak kan berani menggeser tempatmu. Tempat yg sejak semula kami persembahkan untukmu wahai Kyai.
Entah. Kami tak pernah mengenal engkau. Engkau juga tak pernah mengenal kami. Apa karena doa-doamu? Apa karena barokahmu sehingga tanpa kami sadari, kami selalu sukarela melangkah, berjalan, bahkan berlari? Padahal cacian selalu menyertai kami. Padahal jalanan terjal selalu ada di depan kami. Padahal banyak orang mencibir kami. Dan tidak sedikit orang yg memandang kami dg sebelah matanya.
Inilah kami. Inilah langkah kami. Inilah sedikit pembelajaran kami. Inilah sedikit perjuangan kami. Semoga engkau bersedia memberikan senyuman untuk kami, nanti.

~Billa Salvieq, Waka PC. IPPNU Kab. Malang

IPNU dan IPPNU adalah penentu Nahdlatul ulama di masa depan, Ansor dan NU akan menangis jika IPNU-IPPNU tak bisa menggantikan perannya di masa yang akan datang.

IPNU dan IPPNU adalah penentu Nahdlatul ulama di masa depan, Ansor dan NU akan menangis jika IPNU-IPPNU tak bisa menggantikan perannya di masa yang akan datang.