Friday, 5 February 2016

Kenalkan Masjid Baru, Pelajar NU Bululawang adakan Festival Hadrah Se-Malang Raya


Pagi itu, Minggu, 31 Januari 2015 lalu, pemuda-pemudi yang rapi dan menawan telah ramai di Masjid Al-Ikhlas Krebet Senggrong Bululawang. Panitia sudah sibuk menyiapkan Festival Hadrah Se-Malang Raya, sementara para peserta berdatangan dari berbagai penjuru Malang Raya

Festival Hadrah Se-Malang Raya adalah kali kedua diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) setelah yang Perdana saat Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Bululawang

Dengan raut muka berseri-seri penuh optimistis dan percaya diri mereka memehuhi lokasi lomba. Gus Imron, Putra Pengasuh Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Krebet Senggrong beserta juri lainnya telah hadir. Tokoh-tokoh NU setempat telah siap menyaksikan Pembukaan FESTIVAL HADRAH SE-MALANG RAYA tersebut dengan acara yang sangat sakral yaitu Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Krebet Senggrong Kec. Bululawang masa khidmat 2016-2018


Di bawah pimpinan Rekan IPNU Agus dan Rekanita IPPNU Adida Sektica, kepengurusan dilantik oleh Rekan M. Sholikhuddin Pimpinan Cabang IPNU Kab. Malang dengan penuh dengan kekhidmatan.

“Besar harapan dan tumpuan bangsa ini kedepan pada tangan-tangan mereka generasi emas NU,” Ujar Wakil Ketua PC. IPPNU Kab. Malang sekaligus Ketua PAC. IPPNU Bululawang merangkap Ketua Panitia Rekanita Rohmatul Salsabila di sela sela sambutannya yang menambah keharuan pelantikan tersebut.

Acara pelantikan usai dan langsung dilanjutkan Festival Hadrah Se-Malang Raya yang diikuti peserta dari berbagai perwakilan Se-Malang Raya, Lantunan merdu Shalawat dan Irama Rebana menggema di Masjid Al-Ikhlas, menggetarkan jiwa para pendengarnya.

Tutur seorang peserta dari Grup Shalawat Al-Huda Sumberpucung, Grup yang memadukan Aransemen Rebana dengan Irama Khas Jawa, "Selama ini syiar yang kami fikirkan yaitu bagaimana caranya mereka orang awam bisa menerima syi'ar kami, jadi kami buatkan aransemen mulai dari REGAE, POP, DJ, sampek gending jawa, semuanya ada di alhuda”

Masjid Al-Ikhlas Krapyakjaya dipilih sebagai lokasi karena Masjid ini masih baru, dan membutuhkan syi'ar kepada masyarakat setempat, Sehingga acara ini banyak peminatnya, sayangnya peserta terbatas. Lomba berjalan selama 16 jam, dimulai jam 08.00 WIB usai jam 24.00 WIB JUARA FESTIVAL HADRAH IPNU IPPNU BULULAWANG 2016, JUARA 1 AL-IRSYAD, JUARA 2 AR ROUDLOH, JUARA 3 MAMBA'UNNUR EL-MA'RIFAH, BEST VOCAL FIDYATUL HAQ, BEST ARANGEMENT AL-HUDA, BEST PERFORMANCE SUNAN KALIJOGO 2.

Hadiah pun diberikan oleh Perwakilan Dewan Juri, Takmir Masjid Al-Ikhlas, dan Pengurus PAC. IPNU IPPNU Bululawang, “ Kunci kesuksesan IPNU-IPPNU sebagai generasi muda yang patut diteladani oleh pemuda lainnya yaitu  harus dapat menunjukkan akhlak yang mulia,” Celetuk Rekan Nirwan Munif sebagai Waka. bidang Pengkaderan IPNU Bululawang

“Festival Hadrah ini diharapkan menjadi brand IPNU-IPPNU Bululawang dan dapat terlaksananya lagi Gebyar Festival Hadrah 3 dan seterusnya dengan acara dan penataan yang lebih maksimal dan sempurna” tegas Wakil Ketua PC. IPNU KAB. MALANG M. Lutfi Salvieq BSA yang juga turut hadir mulai awal hingga usai

Pembinan IPNU setempat, M. Khomsun, berharap generasi muda khususnya kader-kader IPNU-IPPNU Bululawang menjadi kader yang handal dan beraklakul karimah seperti akhlaknya Rosululloh SAW. (Svq)

Tuesday, 2 February 2016

Badaipun Tak Lunturkan Semangat Juang Kami

Di kala senja..
Sayup sayup gambar KH Hasyim Asyari. Redup. Tapi entah mengapa kharisma mu begitu kuat. Mata yg sayu mengiringi perjuangan mereka yg tidak tidur semalaman.
Sekalipun hujan angin mengguyur deras sekali, tapi kami yakin, hujan badai pun tak kan berani menggeser tempatmu. Tempat yg sejak semula kami persembahkan untukmu wahai Kyai.
Entah. Kami tak pernah mengenal engkau. Engkau juga tak pernah mengenal kami. Apa karena doa-doamu? Apa karena barokahmu sehingga tanpa kami sadari, kami selalu sukarela melangkah, berjalan, bahkan berlari? Padahal cacian selalu menyertai kami. Padahal jalanan terjal selalu ada di depan kami. Padahal banyak orang mencibir kami. Dan tidak sedikit orang yg memandang kami dg sebelah matanya.
Inilah kami. Inilah langkah kami. Inilah sedikit pembelajaran kami. Inilah sedikit perjuangan kami. Semoga engkau bersedia memberikan senyuman untuk kami, nanti.

~Billa Salvieq, Waka PC. IPPNU Kab. Malang

IPNU dan IPPNU adalah penentu Nahdlatul ulama di masa depan, Ansor dan NU akan menangis jika IPNU-IPPNU tak bisa menggantikan perannya di masa yang akan datang.

IPNU dan IPPNU adalah penentu Nahdlatul ulama di masa depan, Ansor dan NU akan menangis jika IPNU-IPPNU tak bisa menggantikan perannya di masa yang akan datang.